Google membuka akses gratis ke Google Vids, alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan yang dapat digunakan oleh pemilik akun Google maupun Google Workspace. Dengan layanan ini, pengguna cukup menuliskan deskripsi untuk menghasilkan video tanpa harus memiliki keahlian penyuntingan atau menggunakan perangkat lunak khusus.
Pembaruan terbaru Google Vids mencakup kemampuan menghasilkan video dengan resolusi hingga 1080p HD. Kualitas tersebut ditujukan agar video tampak lebih tajam ketika dibagikan melalui media sosial maupun ditampilkan di layar publik.
Video dibuat dari deskripsi pengguna
Google menyebut peningkatan fitur tersebut didukung model kecerdasan buatan Gemini Omni 1.1 Flash. Model ini memungkinkan pengguna mengatur hasil video secara lebih presisi sesuai kebutuhan.
Pengguna juga dapat memperpanjang adegan yang telah dibuat. Saat durasi ditambah, tampilan tokoh, pencahayaan, dan suasana dalam adegan dapat dipertahankan agar tetap konsisten dengan bagian sebelumnya. Durasi setiap potongan video pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan cerita.
Fitur pengubah tulisan menjadi suara atau pengisi suara otomatis juga akan tersedia dalam lebih dari 100 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Menurut informasi yang disampaikan, suara yang dihasilkan dirancang terdengar alami. Dukungan tersebut memungkinkan video disesuaikan untuk penonton dari berbagai negara tanpa pengguna harus merekam suara sendiri.
Bisa dimanfaatkan pelaku usaha hingga komunitas
Google Vids dirancang untuk digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk pemilik usaha kecil, pengajar, pengurus komunitas, dan tim pemasaran perusahaan. Penjual dapat mengubah foto produk baru menjadi video promosi dalam waktu singkat.
Pengajar dan pengurus komunitas dapat memakainya untuk membuat pengumuman atau materi kegiatan tanpa menyewa tim produksi. Sementara itu, tim pemasaran bisa menyusun materi untuk halaman muka situs atau pengumuman kegiatan dengan lebih cepat.
Bagi pengguna umum, layanan ini menawarkan cara untuk menyampaikan gagasan melalui video tanpa harus mempelajari perangkat lunak penyuntingan yang rumit. Aksesnya dapat dilakukan melalui peramban di komputer dengan mengunjungi laman vids.new, kemudian memilih opsi “Buat Video AI”.
Video AI diberi penanda digital
Untuk membedakan video hasil AI dari video yang direkam atau dibuat secara konvensional, Google menyematkan tanda air digital bernama SynthID. Penanda ini tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa sebuah video dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan.
Kehadiran akses gratis ini membuat pembuatan video dapat dilakukan oleh kelompok yang sebelumnya mungkin tidak memiliki anggaran untuk menyewa pembuat video. Pelaku usaha kecil, pengajar, maupun pengurus lingkungan dapat memproduksi materi visual sendiri, sementara dukungan pengisi suara dalam lebih dari 100 bahasa—termasuk bahasa Indonesia—disiapkan untuk menjangkau penonton yang lebih luas.












