China semakin sering didatangi investor dan eksekutif asing bukan sekadar untuk berwisata, melainkan untuk melihat langsung bagaimana teknologi dikembangkan dan diproduksi. Mereka mengikuti tur khusus ke pusat-pusat industri seperti Beijing, Shenzhen, Shanghai, Hangzhou, dan Hefei, dengan biaya yang dapat mencapai US$15.000 atau sekitar Rp264 juta untuk program selama lima hari.
Tur tersebut menawarkan akses ke pabrik dan ekosistem inovasi China, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI), robot humanoid, kendaraan listrik, baterai, serta manufaktur berteknologi tinggi. Peserta dapat mengamati proses produksi secara langsung, sesuatu yang dinilai sulit digantikan oleh informasi dari luar pabrik.
Investor membayar untuk melihat langsung teknologi China
Robert Wu, CEO perusahaan riset data Baiguan yang berbasis di Shanghai, mengatakan perubahan itu mencerminkan cara baru dunia memandang China. Menurut dia, negara tersebut kini mulai dilihat sebagai objek studi dan pembelajaran.
“Saat ini, orang-orang memandang China sebagai objek studi dan pembelajaran, sebuah tren yang hampir tidak ada beberapa tahun yang lalu,” kata Wu, dikutip dari Reuters, Jumat (25/9/2026).
Wu telah menggelar dua tur yang diikuti lebih dari 20 investor, pengusaha, dan eksekutif. Sekitar separuh peserta dalam program tersebut berasal dari Asia Tenggara. Biaya untuk mengikuti tur lima hari itu mencapai US$15.000.
Bertrand Chen, CEO Global Shipping Business Network, menjadi salah satu peserta tur teknologi robotika di China pada April lalu. Ia menilai pemahaman mengenai perkembangan industri China tidak cukup diperoleh hanya dari jarak jauh.
“Anda tidak dapat memahami skala, kecepatan, dan wujud nyata inovasi China tanpa berdiri di lantai pabrik,” ujarnya.
Bisnis tur teknologi ikut tumbuh
Meningkatnya minat tersebut turut melahirkan perusahaan yang menyediakan akses langsung ke pusat-pusat inovasi China. Glopen, agen tur teknologi yang berbasis di Shanghai, mencatat pertanyaan dari calon peserta naik 50% sepanjang 2026. Permintaan terutama datang dari klien di Eropa dan Singapura.
Perusahaan itu kini menyelenggarakan lebih dari 100 tur perusahaan setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ke fasilitas industri mulai berkembang menjadi layanan khusus bagi pihak-pihak yang ingin mempelajari teknologi dan proses manufaktur China secara langsung.
Pemerintah China juga mendorong perkembangan wisata industri dengan menetapkan lebih dari 140 lokasi demonstrasi resmi. Sejumlah pabrik membuka kunjungan bagi publik dengan tarif sekitar US$60.
Pabrik kendaraan listrik Xiaomi di Beijing, misalnya, telah menerima lebih dari 250.000 pengunjung sejak Maret 2024. Tingginya permintaan membuat slot kunjungan yang diperoleh melalui undian bahkan diperjualbelikan secara online. Harga slot tersebut disebut dapat mencapai 2.000 yuan atau sekitar Rp5,3 juta.
Data khusus mengenai wisata teknologi masih terbatas. Namun, sektor pariwisata industri China secara umum mencatat pertumbuhan pesat. Berdasarkan laporan media pemerintah, pendapatan sektor ini mencapai US$17,8 miliar pada tahun lalu dan diproyeksikan menembus 300 miliar yuan atau US$44,6 miliar pada 2029.












