Pemerintah China dikabarkan sedang mempertimbangkan pembukaan akses bagi perusahaan teknologi domestik untuk membeli GPU RTX PRO 5500 buatan Nvidia. Sinyal ini berpotensi menjadi perkembangan penting dalam hubungan teknologi Amerika Serikat dan China yang selama ini dibayangi pembatasan ekspor serta kontrol impor.
ByteDance dan Alibaba termasuk perusahaan besar yang disebut berpeluang mengadakan chip tersebut. RTX PRO 5500 merupakan GPU yang dirancang untuk komputer profesional kelas atas atau professional workstations, bukan sekadar perangkat konsumen umum.
Rencana Pengadaan Diminta untuk Dilaporkan
Laporan The Information menyebut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah meminta sejumlah perusahaan teknologi melaporkan rencana pengadaan RTX PRO 5500. Berdasarkan keterangan sumber anonim internal yang dikutip media tersebut, kementerian juga menyampaikan bahwa pemerintah China berniat segera menyetujui pembelian GPU Nvidia itu.
Informasi tersebut menandakan adanya kemungkinan pelonggaran terhadap akses perusahaan China pada produk teknologi dari Amerika Serikat. Namun, laporan itu belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.
Sejumlah eksekutif industri memperkirakan RTX PRO 5500 berpotensi tidak terkena pembatasan ekspor yang selama ini diberlakukan pemerintah Amerika Serikat. Perkiraan tersebut berkaitan dengan spesifikasi chip yang disebut berbeda dari produk-produk Nvidia yang telah menjadi perhatian dalam kebijakan pembatasan teknologi AS.
Nvidia Masih Terhimpit Regulasi Dua Negara
Di tengah kabar mengenai kemungkinan pembelian oleh perusahaan China, Nvidia menegaskan bahwa posisinya masih dibatasi oleh regulasi dari Washington dan Beijing. Perusahaan teknologi AS itu belum menyatakan bahwa penjualan RTX PRO 5500 ke China telah disetujui atau terealisasi.
“Perusahaan-perusahaan AS terus dibatasi oleh kombinasi kontrol ekspor AS yang sudah ketinggalan zaman-yang mencakup produk gaming yang dirilis hampir setengah dekade lalu-dan pembatasan China sendiri terhadap impor dari AS,” ujar juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Senin (28/9/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan hambatan yang dihadapi Nvidia dalam menjalankan bisnisnya di pasar China. Di satu sisi, perusahaan harus mematuhi kontrol ekspor yang ditetapkan Amerika Serikat. Di sisi lain, produk dari AS juga menghadapi pembatasan impor yang diberlakukan China.
Jika rencana pembelian RTX PRO 5500 benar-benar memperoleh persetujuan, ByteDance, Alibaba, dan perusahaan teknologi China lainnya akan menjadi pihak yang berpotensi mendapatkan akses terhadap GPU tersebut. Untuk saat ini, informasi mengenai persetujuan pemerintah China masih bersumber dari laporan media dan belum dikonfirmasi secara independen oleh Reuters.












