Xiaomi Minta Pengguna Tidak Berlama-lama untuk Ganti HP Baru
Jakarta, CNBC Indonesia – Langkah ganti HP baru memang menjadi langganan bagi sebagian pengguna ponsel pintar. Namun, Bos Xiaomi memberikan peringatan agar pengguna tidak terlalu lama menunda untuk beralih ke perangkat terbaru. Harga smartphone diprediksi terus merangkak naik dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan lonjakan harga chip memori yang belum menunjukkan penurunan.
Cepat atau Lama di Dunia Smartphone?
Peringatan ini disampaikan oleh CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam acara peluncuran Xiaomi 17 Max. Lei mengungkapkan bahwa pengguna yang terbiasa mengganti ponsel setiap tahun mungkin harus mempertimbangkan untuk bergerak lebih cepat mengingat tren kenaikan harga yang diprediksi akan terus berlanjut. Harga komponen, terutama memori dan penyimpanan, mulai memberikan tekanan pada biaya produksi smartphone di berbagai sektor industri elektronik konsumen.
Lei mengungkapkan bahwa tekanan harga chip memori diprediksi akan berlangsung setidaknya dua tahun ke depan. Hal ini menjadi tantangan baru bagi produsen perangkat untuk menjaga margin bisnis sekaligus mempertahankan harga jual di pasaran. Xiaomi berusaha meminimalkan dampak kenaikan harga bagi konsumen dengan mengoptimalkan rantai pasok dan teknologi internal perusahaan.
Proyeksi Harga dan Tekanan Harga Memori
Sebelumnya, Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, memperkirakan bahwa ponsel flagship premium dari merek China bisa mencapai harga 10.000 yuan atau sekitar US$1.470 (Rp 26 juta) pada akhir tahun ini. Dia juga memproyeksikan bahwa tekanan harga memori tidak akan mereda hingga akhir 2027 dan bahkan bisa berlanjut hingga 2028. Menurut Xiaomi, tekanan pada komponen utama dari sisi hulu industri masih tinggi dan kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat sangat kecil.
Jadi, bagi Anda yang merencanakan untuk beralih ke HP baru, pertimbangkan untuk tidak menundanya terlalu lama mengingat tren kenaikan harga yang terjadi di industri smartphone beberapa tahun ke depan.












