Alasan Filipina dan Sulawesi Utara Rawan Gempa dan Tsunami
Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah wilayah di Indonesia sempat diguncang gempa bumi dan mendapatkan peringatan tsunami karena gempa kuat yang terjadi di Filipina Selatan. Namun peringatan tersebut telah resmi dicabut. Menurut situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tsunami dikatakan berakhir sekitar pukul 10.15 WIB pada Senin 8 Juni 2026.
Kejadian ini menyoroti keadaan Kepulauan Filipina dan Sulawesi Utara yang rawan akan gempa dan tsunami. Pakar gempa anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengungkapkan beberapa faktor yang membuat kedua wilayah ini menjadi rawan gempa dan tsunami.
Fenomena Lingkaran Api Pasifik dan Subduksi Lempeng
Wilayah Kepulauan Filipina dan Sulawesi Utara terletak di lingkaran “Cincin Api Pasifik” (Ring of Fire), yang merupakan kawasan dengan aktivitas tektonik dan vulkanik paling aktif di dunia. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami di wilayah tersebut.
Selain itu, pertemuan beberapa lempeng tektonik utama seperti Lempeng Eurasia, Lempeng Laut Filipina, Lempeng Laut Maluku, dan Lempeng Pasifik di daerah ini juga menjadi faktor pemicu gempa. Aktivitas subduksi lempeng, di mana satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya, merupakan salah satu penyebab utama gempa kuat di kedua wilayah tersebut.
Zona Subduksi dan Struktur Tektonik Kompleks
Di Filipina dan Sulawesi Utara terdapat beberapa zona subduksi aktif seperti Palung Filipina, Palung Cotabato, Palung Sulawesi Utara, dan Palung Sangihe. Zona-zona tersebut memiliki potensi besar dalam menghasilkan gempa kuat dan tsunami. Selain itu, struktur tektonik yang rumit karena gerakan lempeng yang berbeda arah dan tingkat kecepatan yang tinggi juga menjadi pemicu aktivitas gempa yang tinggi di daerah tersebut.
Kondisi geografis Filipina dan Sulawesi Utara yang berdekatan juga dapat memengaruhi peningkatan potensi tsunami dan getaran gempa yang melintasi batas negara. Oleh karena itu, kombinasi dari berbagai faktor ini menjadikan wilayah ini sering mengalami gempa kuat dan berpotensi tsunami.
Selain itu, banyak gempa di Filipina dan Sulawesi Utara memiliki kedalaman dangkal hingga menengah, sehingga getarannya terasa lebih kuat di permukaan. Hal ini juga berkontribusi pada potensi terjadinya tsunami akibat gempa laut.












