Twitter Hidup Kembali Setelah Tiga Tahun Mati
Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah mati selama tiga tahun dan berganti nama menjadi X, Twitter kembali hidup dengan tampilan yang mirip dengan versi lama. Operation Bluebird, sebuah startup asal Virginia, mengumumkan penghidupan kembali nama dan logo Twitter yang telah ditinggalkan sebelumnya. Mereka memperkenalkan jaringan media sosial baru bernama twitter.com.
Menurut salah satu pendiri Operation Bluebird, Stephen Coates, perusahaan mereka telah menantikan peluncuran ini selama berbulan-bulan dan akhirnya memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama. Mereka berencana memberikan ruang bagi kebebasan berbicara tanpa terikat pada konten viral atau tidak akurat.
Laman twitter.now yang masih dalam tahap awal hanya memiliki sedikit pengguna, namun telah menyediakan fitur Vera, sebuah mesin pengecekan fakta otomatis berbasis Gemini yang dapat berjalan pada setiap unggahan, atau ‘tweet’, yang diposting.
Merek Twitter Diklaim Kembali oleh Operation Bluebird
Pada tahun 2022, Elon Musk membeli Twitter dengan nilai US$44 miliar dan mengubah nama serta logo platform tersebut menjadi X. Namun, Coates dan timnya yakin bahwa identitas Twitter yang asli telah ditinggalkan setelah perubahan tersebut, dan mengklaim kembali merek dagang Twitter.
X Corporation bereaksi terhadap tuntutan ini dengan meminta hakim federal di Delaware untuk mencegah peluncuran Twitter versi baru. Namun, dalam sidang yang berlangsung pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS menyatakan bahwa X tampaknya melepaskan klaim kekayaan intelektual pada kata ‘tweet’, logo burung Twitter, dan mungkin juga pada kata ‘Twitter’.
Hakim belum mengeluarkan perintah tertulis, namun Coates menganggap pernyataan hakim tersebut sebagai lampu hijau bagi Operation Bluebird untuk melanjutkan upaya mereka.












