Anak Muda AS Lebih Takut AI Ketimbang Orang Tua: Survei
Sebuah survei terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa ketenaran Artificial Intelligence (AI) mulai menurun di kalangan masyarakat, khususnya di Amerika Serikat. Menurut survei tersebut, banyak orang dewasa di bawah usia 30 tahun lebih cenderung merasa takut dengan kemajuan teknologi AI daripada merasa antusias. Hal ini menunjukkan pergeseran sikap yang signifikan dalam pandangan terhadap AI.
Tingkat Ketakutan Meningkat
Dalam survei Pew Research Center, 55% responden di bawah usia 30 tahun di AS mengungkapkan rasa khawatir terhadap AI, sementara hanya 11% yang menunjukkan antusiasme terhadap teknologi tersebut. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dari dua tahun sebelumnya, di mana hanya 39% dari kelompok yang sama yang merasa takut terhadap AI. Selain itu, mayoritas orang dewasa di AS (52%) juga mengaku lebih merasa khawatir daripada antusias terhadap perkembangan AI.
Isu Kehilangan Lapangan Pekerjaan
Salah satu alasan utama dari peningkatan rasa takut terhadap AI adalah karena kekhawatiran akan penggantian pekerjaan manusia oleh teknologi. Sebanyak 71% responden survei mempercayai bahwa AI akan mengakibatkan berkurangnya peluang kerja di masa depan, yang meningkat dari angka 64% dalam survei sebelumnya. Terutama di kalangan usia muda di bawah 30 tahun, 73% dari mereka meyakini bahwa AI akan mengurangi kesempatan kerja, naik dari angka 61% dalam survei sebelumnya.
Survei ini menjadi cerminan dari perubahan paradigma dalam pandangan masyarakat, di mana teknologi AI yang sebelumnya dipandang sebagai inovasi yang mengagumkan, kini mulai dilihat sebagai ancaman potensial terhadap lapangan kerja manusia. Hal ini juga menunjukkan perlunya kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam mengenai dampak dan implikasi dari perkembangan teknologi AI di masa depan.












